Ada kalanya playlist lagu yang menjadi teman sehari-hari, yang membuat diri terjaga dari rasa sepi, berubah menjadi teman paling menyebalkan. Bukan galau, hanya saja terkadang kepala ini dipenuhi puluhan pikiran tak beraturan, bermain nakal dan tak tentu arah. Atau terkadang ada saja hal yang kemudian ikut terbawa masuk dalam pikiran. Melebur menjadi satu. Ruwet. Sesak.
Dan disaat itulah saya selalu kembali padanya.
Sebuah lagu dari Gorillaz yang kemudian mampu membuat diri ini menghela nafas panjang. Mencoba membantu menenangkan pikiran. Seakan meruntuhkan semua pikiran negatif yang sempat terlintas. Saya selalu tersenyum ketika mendengar intro lagu ini mengalun. Tidak ada cerita khusus dibaliknya. Pula, tidak ada alasan yang bisa diberikan, mereka-reka atau menciptakan alasan pun rasanya percuma.
Sama halnya seperti cinta, tidak ada alasan yang harus diberikan ketika kita benar-benar mencintai seseorang. Saya suka lagu ini. Titik. Mungkin ini yang dinamakan soundtrack of life, dimana seseorang tanpa sadar selalu kembali pada satu lagu yang paling berkesan. Mungkin lebih dari kata berkesan, entahlah apa namanya itu.
Gorillaz bukan salah satu band favorit saya, pun tidak mengikuti perkembangannya dalam dunia musik. Hanya tahu beberapa lagu, dan juga tentang vokalisnya yang juga merupakan vokalis Blur. Band yang cukup berjaya pada masanya, sekitar masa-masa awal SMP kalau saya tidak salah ingat.
...
Just looking out on the day of another dream
Where you can't get what you want, but you can get me
So let's set up and see her
Cause you are my medicine, when you're close to me
...
Seperti saat ini, ketika intro nya mengalun, menyentak diri yang sejenak bermain di alam bawah sadar. Lagi-lagi lagu ini menyelamatkan saya. Meredakan ketakutan sesaat. Tanpa pikir panjang me-remove semua lagu, menyisakannya. Memutarnya berulang kali tanpa rasa bosan. Saya kembali. Bersama helaan nafas yang menjadi akhir dari perjalanan permainan pikiran yang tak jelas. Cukup untuk hari ini.